Place your ads here 468x60 px
Alat Pelipat Baju, Pelipat Baju otomatis

Seandainya Kamu Tahu Hal-Hal Ini Dari Dulu

Hidup adalah proses belajar yang tidak ada habisnya. Dalam setiap momen kehidupan agan akan dikejutkan oleh pelajaran yang bisa agan ambil darinya.

hormat bendera

Jadwal Lengkap Pertandingan PON XVIII Riau

PON XVIII di Riau ini akan dilaksanakan selama 12 (dua belas) hari. Upaca pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2012 dan penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2012.

hormat bendera

Kuli Hormat Bendera di Menara Ditertawakan

Seorang buruh bangunan yang sedang bekerja di atas menara setinggi 50 meter spontan menghentikan pekerjaannya dan memberi hormat saat Bendera Merah Putih dikibarkan. Sayangnya, aksi kuli bangunan itu justru ditertawakan peserta upacara..

LIPI

LIPI Masuk 100 Lembaga Riset Terbaik Dunia

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) masuk dalam daftar 100 besar lembaga riset terbaik versi Webometrics. LIPI masuk di urutan 99 di antara 7532 lembaga riset lain yang ada di dunia.

Mobil Listrik Buatan ITB

Institut Teknologi Bandung hari ini, Rabu, 8 Agustus 2012, mengenalkan sekaligus menguji coba purwarupa (prototype) mobil listrik buatan sejumlah dosennya.

Merokoklah sebelum Mati!

Buruh bekerja melinting rokok kretek di pabrik rokok milik PT Djarum, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (28/11/2011). Industri rokok hingga saat ini masih menjadi salah satu penyumbang pajak negara terbesar di Indonesia.

Tuesday, July 26, 2011

Pong Harjatmo Nyaris Adu Jotos di Rakornas Partai Demokrat

Artis senior Pong Harjatmo kembali membuat sensasi. Di sela-sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat 2011, Pong membentangkan spanduk bertuliskan "Brantas Korupsi atau Bubar Saja".

"Pesan ini saya tujukan untuk Partai Demokrat. Kalau tidak bisa memberantas korupsi, ya bubar saja," ungkap Pong di depan pintu gedung Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2011).

Aksi Pong sempat menyulut amarah peserta Rakornas PD 2011 yang tengah beristirahat di daerah depan pintu masuk gedung SICC. Kemarahan itu bermula saat Pong menyinggung Ketua Dewan Pembina PD, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pong mencontohkan, sikap kurang tegas Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina PD, untuk memulangkan mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin.

"Itu salah satu contoh. Kenapa Ketua Dewan Pembina tidak mampu memulangkan kadernya?" kata Pong.

Semakin lama Pong berbicara, emosi beberapa peserta Rakornas pun meninggi. Mereka meminta Pong untuk tidak merecoki jalannya Rakornas. Apalagi perkataan-perkataan yang dilontarkan Pong, seperti pemberantasan korupsi dinyatakan sudah menjadi komitmen PD sejak lama.

"Ini Rakornas, kalau mau demo, di luar sana," ujar seorang peserta Rakornas kepada Pong.

"Yang namanya demokrasi, orang harusnya bebas berbicara. Ini namanya demokrasi," balas Pong seraya terus membentang spanduk yang sempat hendak direnggut peserta Rakornas yang emosi.

Nyaris Adu Jotos
Kericuhan akibat bentang spanduk Pong sempat nyaris berujung adu jotos. Pasalnya sejumlah peserta yang tidak senang dengan aksi Pong meminta sang artis segera meninggalkan arena rakornas.

Seorang peserta Rakornas sempat terlihat hendak merebut spanduk yang dibentangkan Pong dengan kedua tangannya. Upaya itu gagal dengan sikap bertahan Pong.

Meski diminta pergi, Pong bersikukuh melanjutkan aksinya di depan pintu masuk Gedung SICC tersebut. Dia beralasan aksinya itu sebagai wujud demokrasi yang merupakan nafas perjuangan PD.

Kemarahan peserta Rakornas semakin memuncak dengan sikap bersikeras Pong. Kembali, seorang peserta Rakornas yang mengaku dari Kalimantan bahkan lantang menantang Pong ketika keduanya saling berhadapan.

"Saya dari Kalimantan. Anda mau apa?" katanya menyambung pertanyaan Pong yang ingin tahu identitas peserta Rakornas yang memintanya meninggalkan arena Rakornas.

Untung adu jotos tidak terjadi menyusul kesigapan Satgas Rajawali yang ikut dalam pengamanan Rakornas PD 2011. Selain itu sejumlah peserta Rakornas lainnya yang tidak terpancing aksi Pong berusaha menenangkan rekannya yang emosi.

Kendati begitu sindiran terus dilontarkan peserta Rakornas yang masih kesal dengan Pong.

"Kenapa mas Pong, kok begitu? Udah nggak laku lagi jadi artis ya?" ujar pria yang berseragam PD mengiringi kepergian Pong dari arena Rakornas.

Pong mengaku aksi bentang spanduk yang dilakukan merupakan inisiatif pribadi. Tidak ada embel-embel apa pun yang melatarbelakangi aksi nekat yang sebelumnya pernah dia lakukan dengan mencoret-coret Gedung DPR RI.

"Ini inisiatif saya sendiri. Tidak yang lain-lain. Saya cuma ingin Indonesia bebas korupsi sesuai tulisan di spanduk ini," kata Pong seraya menunjuk spanduk yang terus diupayakannya tetap terbentang.

"Saya kan cari momen yang pas," tegasnya saat disinggung alasannya beraksi di acara Rakornas PD 2011.

Pong akhirnya meninggalkan arena Rakornas dengan kawalan Satgas Rajawali. Sebelum dilepas wartawan, Pong sempat berujar, "Nanti disambung lagi ya, di media masing-masing," imbuh Pong.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More