Place your ads here 468x60 px
Alat Pelipat Baju, Pelipat Baju otomatis

Seandainya Kamu Tahu Hal-Hal Ini Dari Dulu

Hidup adalah proses belajar yang tidak ada habisnya. Dalam setiap momen kehidupan agan akan dikejutkan oleh pelajaran yang bisa agan ambil darinya.

hormat bendera

Jadwal Lengkap Pertandingan PON XVIII Riau

PON XVIII di Riau ini akan dilaksanakan selama 12 (dua belas) hari. Upaca pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2012 dan penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2012.

hormat bendera

Kuli Hormat Bendera di Menara Ditertawakan

Seorang buruh bangunan yang sedang bekerja di atas menara setinggi 50 meter spontan menghentikan pekerjaannya dan memberi hormat saat Bendera Merah Putih dikibarkan. Sayangnya, aksi kuli bangunan itu justru ditertawakan peserta upacara..

LIPI

LIPI Masuk 100 Lembaga Riset Terbaik Dunia

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) masuk dalam daftar 100 besar lembaga riset terbaik versi Webometrics. LIPI masuk di urutan 99 di antara 7532 lembaga riset lain yang ada di dunia.

Mobil Listrik Buatan ITB

Institut Teknologi Bandung hari ini, Rabu, 8 Agustus 2012, mengenalkan sekaligus menguji coba purwarupa (prototype) mobil listrik buatan sejumlah dosennya.

Merokoklah sebelum Mati!

Buruh bekerja melinting rokok kretek di pabrik rokok milik PT Djarum, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (28/11/2011). Industri rokok hingga saat ini masih menjadi salah satu penyumbang pajak negara terbesar di Indonesia.

Showing posts with label Sekolahku. Show all posts
Showing posts with label Sekolahku. Show all posts

Wednesday, September 19, 2012

Kemendiknas Berencana Menambah Jam Pelajaran di Sekolah


Pemerintah berencana akan menambah jam belajar di sekolah untuk semua siswa di jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh beralasan, nilai sosial yang berubah sehingga menuntut adanya perubahan di dunia pendidikan.

"Alasannya jelas karena ada perubahan sosial. Daripada lebih banyak di luar sekolah dan tercemar hal negatif, lebih baik kita perpanjang waktu di sekolahnya," kata Nuh seusai membuka Indonesian Science Festival (ISF), di Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Diakui Nuh, berdasarkan hasil kaji ulang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), efektivitas pembelajaran di sekolah masih sangat kurang. "Sekarang ini, berapa lama anak anak-anak ada di sekolah, enam sampai delapan jam. Tapi untuk apa kalau efektivitasnya belum memuaskan, maka kita tambah waktu di sekolahnya," pungkas Nuh.

Untuk diketahui, rencana pemerintah untuk menambah waktu anak-anak di sekolah menuai berbagai tanggapan. Saat ini, rencana itu masih terus dimatangkan oleh Kemdikbud selaras dengan pematangan kurikulum nasional yang baru dan akan mulai berlaku di tahun ajaran 2013-2014.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listiyarti tidak sependapat dengan usulan penambahan jam sekolah tersebut. Ia menilai pemerintah keliru besar saat berencana menambah jam di sekolah.

"Wah jangan, menambah jam sekolah akan memberatkan siswa, stres," kata Retno kepada Kompas.com, Selasa (18/9) malam.

Ia mencontohkan, siswa kelas 1 SMA misalnya, saat ini dibebani sekitar 17 mata pelajaran. Rata-rata, mereka berada di sekolah selama enam sampai tujuh jam, lima hari dalam seminggu. Atau siswa di Sekolah Dasar (SD). Meski lebih luang, tapi dinilai Retno juga cukup berlebih.

Hal itu terjadi karena ada beberapa materi pelajaran yang diberikan sebelum waktunya. "Harusnya dikurangi, bukan ditambah. Misalnya anak SD, mereka belum begitu perlu belajar teknologi informasi," ungkapnya.

Pernyataan Retno bukan tanpa alasan. Ia beranggapan setiap siswa harus diberi lebih banyak waktu untuk mengembangkan kompetensi sosial. Misalnya berorganisasi, mendorong mereka berlatih berbicara untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

"Kalau lama di sekolah, kapan waktu mereka bersosial, berorganisasi? Menambah waktu di sekolah akan membuat anak menjadi tidak kritis," pungkas Retno.

Sependapat dengan Retno, Psikiater Prof Dr dr LK Suryani SpKj berpandangan, dewasa ini terjadi kecenderungan semakin muda usia penderita sakit kejiwaan karena anak-anak tidak siap menerima beban pelajaran di sekolah. Kesimpulan ini berdasarkan hasil penelitiannya dan kunjungan ke tempat praktiknya, sudah ada anak SD yang mengalami gangguan jiwa.

Menurut Suryani, penyebab terbesarnya karena beban pelajaran sekolah, anak-anak dituntut cepat bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung). Apalagi ditambah mereka harus belajar di sekolah hingga sore hari.

Suryani berharap para guru memahami perkembangan mental anak. Anak jangan dipaksakan belajar, tetapi hendaknya membuat siswa SD dari kelas I sampai III terangsang mempunyai semangat belajar, mau belajar dan berani berbicara.

"Di dalam mendidik, seyogianya guru jangan menganggap anak sudah tahu macam-macam sehingga tidak perlu dididik calistung. Harusnya anak-anak juga diajak menyanyi dan bercerita untuk mengekspresikan emosi," papar Suryani. 

Wednesday, August 22, 2012

Animasi Ciptaan Indonesia ini Bikin Matematika tak Ngeri lagi



Biasanya pelajaran Matematika menjadi salah satu pelajaran yang menakutkan bagi para siswa. Kini, ada terobosan baru yang merupakan gabungan teknologi komunikasi dan pendidikan dalam bentuk software Animasi Matematika. Terobosan yang patut dicoba!

"Latar belakang karena momok mengenai pelajaran Matematika, maka saya serius di bidang pendidikan ini," kata Suwanto Komala, pencipta software Animasi Matematika, di Jakarta, Kamis (5/7/2012).

Animasi Matematika ini menggunakan kombinasi pendekatan dengan memberikan fokus kepada siswa (student-centered), lingkungan pembelajaran interaktif (interactive learning environment) yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (computer assisted information).

"Animasi Matematika mensinergikan media dalam bentuk teks, gambar, animasi, grafik, narasi yang membangun interaktivitas dalam membantu siswa memahami konsep-konsep Matematika dengan cara yang seru dan menyenangkan," paparnya.

Ia mengaku telah mendedikasikan diri selama 15 tahun dalam mematangkan konsep software animasi. Software tersebut juga mampu melakukan penilaian atas hasil kerja siswa sehingga guru dan orangtua dapat melihat perubahan langsung terhadap siswa.

"Software ini juga ada soal UN, SNMPTN, dan soal ujian lainnya. Kalau dijawab, akan ada skor langsung dari software tersebut," kata Suwanto.

Hingga saat ini, software Animasi Matematika telah digunakan oleh ratusan sekolah di Indonesia, di antaranya SMA Labschool, SMAN 8, SMA Al Azhar, dan SMP Marsudirini.

Thursday, August 16, 2012

Delapan Mahasiswa UI Raih Penghargaan di Belanda


Di tengah pertengkaran para elitnya, kepemimpinan rektor yang melanda kampusnya, delapan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih penghargaan internasional di Den Haag, Belanda dalam ajang The European International Model United Nations (TEIMUN), Juli lalu.

Dalam siaran persnya yang diterima Kamis (16/8), juru bicara UI, Siane Indriani mengatakan delegasi UI yang dipimpin Jenny Finasisca dari Fakultas Hukum, berhasil meraih penghargaan Honourable Mention of Human Rights Council.

Penghargaan itu diraih oleh Ahmad Rashed, mahasiswa Fakultas Hukum UI. Mahasiswa lain dari Fakultas Hukum UI yang meraih penghargaan adalah Tanita Dhiyaan Rahmani untuk kategori Best Delegate of Historical.

Fatya Junissan dan Sevrina Nurul dari Fakultas Ekonomi juga meraih penghargaan Best Speaker of Economic and Social Council dan Best Delegate of Economic and Social Council.

Sementara tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yaitu Nicko Arie Prasadana, Gea Larissa Kuncoro dan Hindun Harahap, juga menyabet penghargaan untuk kategori Best Speaker of North Atlantic Council, Best Delegate of General Assembly, dan Best Delegate of Human Rigths Council.

TEIMUN 2012 diikuti 250 peserta dari sejumlah universitas ternama dari 80 negara, termasuk di dalamnya Leiden University dan Groningen University.

Forum internasional ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk memperluas wawasan mengenai pola kerja organisasi internasional seperti PBB dan NATO.

Thursday, August 9, 2012

Mahasiswa RI Pecahkan Rekor Studi S2-S3 Tercepat di Korsel


Studi tingkat master langsung doktor normalnya ditempuh selama empat tahun. Mahasiswa Indonesia ini membuktikan diri bisa menyelesaikan setengah tahun lebih cepat di University of Science and Technology (UST).

Adalah Purba Purnama mahasiswa program kombinasi master-doktor di UST, Korea Selatan, untuk bidang biopolimer. Prestasi Purba merupakan rekor, dimana studi master dan doktor tersebut paling cepat bisa selesai 4 tahun dan normalnya 5 tahun.

Pemegang beasiswa dari International R&D Academy pada Korea Institute of Science and Technology (KIST), ini dalam aktivitas kesehariannya di Korea Selatan tidak melulu belajar namun juga aktif bermasyarakat.

Purba, lahir di Tegal (10/6/1982), pernah terlibat di organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika), kepala gugus inovasi dan teknologiI katan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), dan juga aktif dalam kegiatan bersama Pioneers for Advancemen?t of Technology in Asia-Africa (PATA) di Korea Selatan.

Melalui mantan Sekretaris Jenderal I-4 Achmad Adhitya, Purba kepada detikcom hari ini, Kamis (9/8/2012) menceritakan bahwa ketika dia datang ke Korea, pembimbingnya mengatakan bahwa dia boleh lulus kapan pun dia mau, asal saja dia memiliki banyak publikasi di jurnal internasional.

"Saya juga mengetahui aturan normal program kombinasi master dan doktor adalah 4 tahun. Dari situ saya bertekad untuk memecahkan aturan itu dengan lulus lebih cepat dari waktu minimum 4 tahun. Alhamdulillah saya bisa memecahkan rekor studi dengan menyelesaikannya sekaligus dalam waktu 3,5 tahun," ujar Purba.

Selama studi, Purba sudah berhasil mempublikasikan penelitiannya di jurnal-jurnal internasional. Purba memiliki 7 publikasi di jurnal-jurnal internasional bidang biopolimer, 2 Korean Patent, dan 1 US patent.

Dalam wisuda yang digelar di International Cooperation Building, KIST, Seoul, pada Rabu (8/8/2012) kemarin, Purba mendapat penghargaan Academic Excellence Award dari KIST.

Dalam sambutannya, Presiden KIST menyatakan bahwa Purba semasa menjalani pendidikan di KIST-UST seringkali mendapat penghargaan dari KIST maupun UST atas prestasi-prestasi yang telah diraihnya.

Sebelum diwisuda, Purba sudah langsung disodori proposal untuk melanjutkan jenjang post-doctoral di Laboratorium Biomaterial Research Center, KIST, untuk melanjutkan penelitiannya. Purba juga akan diwisuda oleh pihak UST di Auditorium Pusat UST, Daejeon, pada 17/8/2012 nanti, bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-67.

Prestasi yang diraih oleh Purba tidak hanya memberikan kebanggaan buat dirinya dan keluarga namun juga kepada bangsa Indonesia, karena hal ini menunjukkan bahwa secara individu bangsa Indonesia mampu memecahkan banyak rekor studi di dunia akademis internasional

Saturday, August 4, 2012

Pelajar Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Kimia


Empat murid asal Indonesia berhasil meraih medali perak dalam ajang bergengsi International Chemistry Olympiad (ICho) 2012 di Georgetown University, Washington DC, Minggu, 29 Juli 2012.

Keempat orang siswa SMA Indonesia itu adalah Andika Tangguh Pradana (18), siswa kelas 3 SMA Karisma Bangsa, Ciputat, Banten; Ivan Kurniawan (17), siswa SMAN 1 Purwokerto, Jawa Tengah; Samuel Leonardo Putra (18), SMA Unggulan DKI Jakarta Muhammad Husni Thamrin; dan Dewi Suryana (17), siswi SMA Kristen Penabur, Gading Serpong, Banten.

Selama mengikuti ajang kompetisi internasional ini, keempat siswa itu dikarantina, terpisah dari dua mentor dan dua observer asal Indonesia yang menyertai rombongan ini. Mereka tinggal di asrama Universitas Maryland sejak 19 Juli 2012.

Chamber of The Steering Committee ICho, Dr Peter Wothers FRSC, mengatakan keempat pelajar ini melakukan pekerjaan yang sangat bagus. "Tidak ada tim yang meraih empat medali perak sekaligus bersamaan. Ini pencapaian yang fantastis untuk empat pelajar dari Indonesia," ujarnya.

Ajang olimpiade sedunia ini diikuti 350 pelajar kelas menengah dari 72 negara. Kriteria penilaian, menurut Wothers, diukur dari skor pencapaian masing-masing siswa selama mengikuti ujian teori dan praktek di laboratoriun. Untuk siswa yang meraih 10 persen top skor meraih medali emas, siswa yang meraih 20 persen top skor meraih medali perak, dan 30 persen top skor meraih medali perunggu.

Friday, July 20, 2012

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Lipat, Baju Rapi dalam 11 Detik

Menyeterika dan melipat pakaian hingga rapi adalah pekerjaan yang mudah. Namun tidak semua orang bisa mengerjakannya karena akan menyita waktu dan tenaga. Tidak mengherankan, kalau sekarang orang memilih jasa laundry untuk menyerahkan pekerjaan ini.


Sekarang ini sudah ada cara cepat untuk menyeterika dan melipat baju dengan cepat dan mudah. Pelipat Baju yang diberi nama Terapsi itu adalah karya kreatif 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Nisa Salsabila Shafarudin, Nurida Khasanah, Dimas Reza Rahmana, Fitrah Pawalangi dan Ngurah Nata Baskara.

Mereka berhasil membuat alat pelipat baju yang terbuat dari bahan kertas karton duplek. Cukup dengan tiga kali melipat karton duplek, pakaian yang sudah diseterika langsung rapi seketika.

"Alat ini untuk menyetrika dan melipat baju menjadi lebih cepat, rapi dan hemat energi," kata Nisa di kampus UGM di Bulaksumur, Jumat (20/7/2012).

Menurut Nisa, bahan dasar alat pelipat baju adalah kertas karton duplek ukuran 60 x 80 cm. Kertas dipotong simetris untuk mandapatkan lipatan tiga bagian. Karton duplek bagian dalam dilapisi dengan kertas kesing. Sedangkan pelapis luar karton dibungkus kain furing.

"Karton duplek dan kertas kesing ini kita pilih karena tahan terhadap panas seterika, dan harganya pun lebih murah," ungkapnya.

Dia menjelaskan dengan Pelipat Baju Terapsi ini hanya membutuhkan waktu 11 detik untuk melipat baju. Jauh lebih cepat dari cara melipat baju pada umumnya. Tidak hanya itu, alat pelipat baju ini mampu menghemat 2/3 penggunaan listrik.

"Dari 100 usaha laundry yang kita survei rata-rata membutuhkan waktu 33 detik," katanya.

Dimas Reza Rahmana menambahkan saat ini Terapsi dijual dengan harga Rp 25 ribu/buah. Untuk produksinya, menggandeng salah satu panti asuhan di Yogyakarta.

"Yang mengerjakan 20 anak panti. Harapan kita, memberi mereka lapangan pekerjaan dan mereka pun bisa mengisi waktu luang di panti," kata Dimas.

Menurut dia, pengerjaan pesanan sesuai dengan permintaan pembeli. Kemasan juga disesuaikan dengan warna dan corak yang diinginkan pembeli. Pemilik laundry juga menyambut positif alat tersebut, namun harus disesuaikan dengan ukuran lebar meja setrika.

"Alat tersebut tengah dalam proses pendaftaran hak paten," tutup Dimas.

Sehatnya Kopi Gula Aren dari UGM


Kabar gembira bagi penikmat kopi. Tanpa mengurangi kenikmatan si hitam, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mencoba menawarkan sensasi rasa berbeda. Berlabel Sari Nira Coffee, produk olahan Rehan Abdullah ini menggunakan gula semut atau gula aren sebagai pemanis.

“Gula semutnya kami ambil dari kualitas terbaik, dari Menoreh, Kulon Progo. Sedangkan creamer-nya dari lemak nabati gandum. Adapun kopinya kami ambil jenis kopi robusta,” kata Rehan, seperti disitat dari situs UGM, Jumat (20/7/2012).

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini mengungkap, kopi yang satu ini memiliki cita rasa khas Indonesia dengan sensasi kopi robusta yang dipadu dengan gula aren kristal kelas premium. "Karena gulanya terbuat dari air nira sehingga tercipta rasa khas gula aren dalam setiap sajian," ungkap Rehan.

Namun, tidak hanya cita rasa gula aren sebagai keunggulannya, kopi yang satu ini bermanfaat pula untuk kesehatan. Gula aren diketahui menggandung kadar zat besi cukup tinggi dan tidak menaikkan kadar gula dalam darah sehingga cocok untuk minuman anti diabetes. “Indeks glikemiks gula aren sangat rendah dibanding dengan gula tebu,” kata pria asal Gresik itu.

Rehan bertutur, ide untuk membuat kopi gula aren muncul setelah melihat banyak anak muda yang nongkrong di kafe dan restoran cepat saji sambil menikmati kopi dengan pemanis brown sugar yang diimpor dari luar negeri. “Padahal, bahan baku brown sugar berasal dari gula semut dari Indonesia yang diolah di Singapura,” paparnya.

Berangkat dari kegelisahan itu, Rehan kemudian mencoba menghubungi para petani penyadap nira di perbukitan Menoreh, Kulon Progo, untuk diajak mengolah gula batok menjadi gula semut. “Saya pinjamkan mesin pengolah gula semut ke petani. Setiap tiga hari, saya beli produksi gula semut ke mereka,” kata anak kedua dari tiga bersaudara tersebut.

Kini gula semut tersebut dipasarkan dengan produk kopi gula aren kristal dengan merk dagang Sari Nira Cofee. Setiap cup ukuran 32 gram dibanderol Rp2.500. Bagi yang memesan khusus gula aren kristal dengan ukuran 200 gram dijual dengan seharga Rp10 ribu. “Umumnya pesanan kami kafe-kafe di Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Gresik dan Malang,” imbuhnya

Wednesday, July 18, 2012

Tahun 2013, Mahasiswa Hanya Bayar SPP


Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan, mulai tahun 2013 mendatang, para mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) hanya akan dibebankan biaya SPP. Biaya lainnya telah ditutupi oleh dana Bantuan Operasional (BO) PTN.

"Kami sedang merancang, menghitung semuanya. Kami optimistis bisa terealisasikan mulai 2013," kata Djoko kepada para wartawan, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (16/7/2012) malam.

Djoko menjelaskan, selama ini negara selalu menerima sekitar Rp 12 triliun setiap tahunnya dari hampir semua PTN. Dana tersebut masuk dalam kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Setengah dari jumlah tersebut berasal dari tujuh Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN). Dan sisanya, sekitar Rp 6 triliun merupakan akumulasi dana yang diperoleh dari mahasiswa, mencakup biaya pendaftaran, SPP, sumbangan pembangunan gedung, hibah penelitian, dan lain-lain, yang berasal dari puluhan PTN.

"Perhitungan kami soal PNBP itu sekitar RP 12 triliun. Setengah dari jumlah itu telah ditutup oleh mahasiswa di puluhan PTN," ujarnya.

Pemerintah sendiri, ungkap Djoko, tahun ini telah menggelontorkan dana BO PTN hampir mencapai Rp 1,5 triliun. Tahun depan, pemerintah akan meningkatkan jumlahnya sekitar Rp 3,5 triliun melalui APBN 2013.

"Saya pikir sudah cukup menutupi, maka tahun depan semua mahasiswa hanya bayar biaya SPP saja," ujarnya.

Sama halnya dengan dana bantuan operasional di jenjang pendidikan dasar dan menengah, BO PTN juga digunakan untuk menutupi biaya operasional pendidikan tinggi. Biaya-biaya itu di antaranya, pengembangan dan pemeliharaan sarana serta prasarana, gaji tenaga honorer, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan perkuliahan.

Kebijakan mengenai BO PTN telah diatur Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang baru disahkan akhir pekan lalu dalam sidang paripurna DPR. UU ini awalnya bernama UU PT (Perguruan Tinggi), tetapi dengan alasan untuk mencakup sasaran yang lebih luas, maka UU tersebut kemudian berubah nama menjadi UU Dikt

Atasi Kesulitan Air, UGM-Kemenristek Pasang Pompa Surya


Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) memberikan solusi bagi daerah sulit air berupa teknologi sederhana, ramah lingkungan, dan biaya murah, yaitu pompa surya. Pompa yang memanfaatkan energi matahari ini mampu mengalirkan air ke daerah-daerah kering, seperti Gunung Kidul.



Pembangunan pemasangan pompa surya ini ditandai secara simbolis dengan penyerahan pompa oleh Asisten Deputi Iptek Masyarakat Kemenristek Momon Sadiyatmo kepada wakil Bupati Gunung Kidul Imawan Wahyudi, dalam acara sosialisasi program pemasangan pompa surya di Balai Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul, kemarin. Penyerahan pompa surya tersebut disaksikan Wadek Bidang Kemahasiswaan, Penelitian dan Kerjasama Fakultas Teknik UGM Jamasri, Kepala Satker PAM PU DIY Hardjono Sudjanadi, serta Kepala Desa Purwodadi Suprihatin.

Peneliti energi terbarukan Ahmad Agus Setyawan mengatakan, teknologi pompa surya sangat cocok untuk diterapkan di daerah terpencil yang kesulitan air. Meski mudah dalam instalasi dan perawatan, namun butuh transfer pengetahuan ke masyarakat agar bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. “Inilah tantangannya untuk menerapkan ilmu yang pro rakyat,” kata Agus, seperti disitat dari laman UGM, Rabu (18//7/2012).

Dalam pemasangan pompa surya ini, Agus mengungkapkan, pihaknya menggandeng mahasiswa KKN PPM. Selanjutnya selama dua bulan, mahasiswa bersama masyarakat akan memasang dua pompa dan 32 panel surya agar bisa mengangkat sumber air yang berada di sekira tiga kilometer dari rumah penduduk.

Asisten Deputi Iptek Masyarakat Kemenristek Momon Sadiyatmo menyatakan, program pemasangan pompa surya ini sudah direncanakan sejak satu tahun lalu. Kegiatan penyediaan air minum untuk daerah sulit air ini salah bentuk program spesifikasi lokasi (speklok) Kemenristek yang bersinergi dengan perguruan tinggi. “Lewat UGM, teknologi ini akan kita terapkan juga di Aceh dan NTB,” ujar Momon.

Sementara itu Wakil Bupati Gunung Kidul Imawan Wahyudi memaparkan, teknologi penyediaan air minum masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan Gunung Kidul yang mayoritas daerahnya masih mengalami masalah sulit air. Umumnya sumber air berada di kedalaman 100 meter di bawah tanah karst. “Bantuan air di Gunung kidul itu ibarat seperti bantuan emas. Air itu segala-galanya di sini,” ungkap Imawan.

Senada dengan Imawan Kepala Desa Purwodadi Suprihatin menuturkan, di Purwodadi sendiri terdapat 2.000 KK atau 8.000 jiwa yang mayoritas bekerja sebagai petani. Permasalahan yang umumnya dihadapi masyarakat selalu sama, yakni kesulitan mendapatkan air minum. “Tandon air hujan sudah habis. Mulai Mei, kami mulai membeli air. Untuk satu tangki berisi 5.000 liter kita beli dengan harga Rp80 ribu,” beber Suprihatin.

Dia berharap, dengan adanya bantuan pemasangan pompa surya ini bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat. Tidak hanya memenuhi kebutuhan minum, tapi bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian.

Thursday, July 12, 2012

Anggrek Berbunga Mini Ditemukan di Kalimantan


Peneliti anggrek dari Kebun Raya Purwodadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Destario Metusala, kembali menemukan spesies baru anggrek.

Spesies yang ditemukan ini bernama Dendrobium mucrovaginatum Metusala & J.J.Wood. Jenis ini dikoleksi oleh tim peneliti Kebun Raya Purwodadi di wilayah Kalimantan Barat pada tahun 2006.

"Salah satu keunikan bunga ini adalah ukurannya yang mini. Diameternya hanya kurang lebih 1 cm. Rata-rata anggrek berdiameter 5 cm, kalau yang besar bisa sampai 10 cm," ungkap Destario.

Karakter unik lain adalah ujung pelepah daunnya yang memiliki tonjolan sempit memanjang berujung runcing. Sifat inilah yang membuat anggrek ini memiliki nama spesies "mucrovaginatum".

"Yang juga unik adalah karakter bibir bunganya yang memiliki 3 kalus sejajar permukaannya. Sementara bagian ujung bunganya membelah membentuk dua ruang," urai Destario saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/7/2012).

Bagian pangkal kelopak samping dan bibir bunganya termodifikasi membentuk tabung memanjang yang berisi cairan nektar. Diduga, modifikasi ini memungkinkan serangga polinator yang menghisap cairan nektar sekaligus memindahkan pollinia (benang sari) ke stigma (putik), membantu reproduksi bunga.

D. mucrovaginatum mulai disadari merupakan spesies baru setelah tim peneliti dari Kebun Raya Purwodadi menumbuhkan spesimen dari spesies tersebut dan melihat karakteristik bunganya.

Identifikasi dilakukan lebih lanjut dengan melihat lebih detail karakter organ vegetatif dan generatif bunga. Selanjutnya, hasil identifikasi dibandingkan dengan karakter bunga lain yang berkerabat dekat.

Sosok D. mucrovaginatum tumbuh merumpun dan dapat mencapai tinggi 30 cm. Batang bagian atas memiliki diameter 1 mm dan menggembung di bagian pangkal bawahnya sebagai tempat penyimpan cadangan makanan.

Destario mengatakan, anggrek jenis baru ini berpotensi menghasilkan anggrek hibrida yang berpotensi bisnis. Ada dua karakteristik D. mucrovaginatum yang dinilai bagus, yakni sifat bisa berbunga tanpa mengenal musim serta ukuran bunga yang mini.

"Kita nanti bisa melakukan persilangan untuk mendapatkan anggrek hibrida yang berukuran besar dan berwarna mencolok tetapi bisa berbunga sepanjang tahun," ungkap Destario.

"Bunga yang mini juga menarik. Kita juga bisa mengembangkan berbagai anggrek mini. Ini potensial. Tanaman ini cuma sebesar rumput. Dengan keterbatasan lahan seperti di Jakarta misalnya, kita bisa kembangkan anggrek yang cocok ditumbuhkan di apartemen-apartemen," tambah peneliti yang aktif menekuni taksonomi anggrek ini.

Hasil temuan Destario dipublikasikan di jurnal Malesian Orchid Journal Vol. 10 pada bulan Juli 2012, bersama spesies Cleisocentron kinabaluense yang juga ditemukan Destario sebelumnya. Kalimantan diketahui memiliki 1800 nama taksa anggrek. Hampir setiap tahunnya, spesies baru selalu ditemukan di pulau itu.

Wednesday, July 11, 2012

Dengan Mangga, IPB Raih Penghargaan Internasional

Empat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengukir prestasi dunia dengan menjadi runner up dalam kompetisi antarbangsa mengenai teknologi pangan di Amerika Serikat.

Kepala Humas IPB Ir. Henny Windarti menjelaskan, IPB diwakili oleh tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Departemen Ilmu dan Teknologi (ITP) Fakultas Teknologi Pangan, yang terdiri atas empat orang. Keempat wakil dari IPB itu, yang diberi nama "Tim Mangnut" (Mango-nuts), terdiri atas mahasiswa semester VI, yaitu Berlian Purnama Sari sebagai ketua dan beranggotakan Akhmad Fahmi Hikmatiyar, Brian Naranathan, dan Erydhatirti Diah Pramesti. Para mahasiswa IPB itu berlaga pada kompetisi bertajuk "Developing Solution for Developing Countries" yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists (IFT) pada 28 Juni 2012 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Ia menjelaskan, tim IPB terpilih sebagai salah satu finalis yang diundang oleh IFT ke Las Vegas bersama-sama dengan dua tim lainnya dari Universiti Putra Malaysia (dengan produk Vit-A-Go) dan Universitas Brawijaya Malang (Stift Oorrid Mango) untuk mengikuti babak final di hadapan tim juri. "Pemilihan finalis berdasarkan tahap seleksi praproposal yang sangat ketat yang diajukan oleh tim mahasiswa dari seluruh dunia, baik mahasiswa sarjana maupun pascasarjana," kata Henny, Minggu (8/7/2012).

Dalam lomba, finalis harus memaparkan penelitiannya di depan tim juri yang terdiri atas enam orang dari wakil akademisi dan praktisi industri pangan di Amerika Serikat. Para juri adalah adalah Sajid Alavi (Kansas State University), Joseph M Awika (Texas A&M University), Betty Bugusu (Purdue University), Luiz Fernadez (Vice President Global Aplication, Tate & Lyle), dan Thomas Nack (Senior Scientist General Mills).

Kudapan berbasis mangga

Tim IPB yang diketuai oleh Berlian Purnama Sari memilih tema tentang "Mangnut (Mango-nuts): Local Based Healthy Snackbar for Children of Kenya", yaitu konsep produk kudapan berbasis buah mangga lokal untuk target konsumen anak-anak kurang gizi di Kenya.

Mangnut dibuat dari buah mangga varietas Kent yang difermentasi terlebih dahulu, kemudian diformulasikan dengan kacang tanah, kacang kedelai, mentega, dan gula. Produk kemudian dibentuk seperti snackbar atau produk snack berbentuk batang dengan konsep one portion sizing dan dibungkus dengan aluminium foil. Produk Mangnut mengandung makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronurien (vitamin A, vitamin C, zat besi).

Dalam sesi paparan dan diskusi, produk Mangnut ini dipuji tim juri sebagai innovative and novel product serta berpotensi untuk dikembangkan di Kenya. Salah satu alasannya, kandungan gizi Mangnut dapat membantu mengatasi masalah kekurangan gizi di negara itu. Alasan lain, Mangnut juga dapat diproduksi dengan biaya dan investasi yang murah, sehingga layak diproduksi oleh industri kecil sesuai dengan kondisi perekonomian di Kenya.

Sementara itu, dosen IPB Dr. Feri Kusnandar yang ikut mendampingi tim ke Las Vegas menjelaskan bahwa tim Mangnut ITP-IPB berhasil menduduki peringkat kedua pada kategori tim internasional. Juara pertama diraih oleh tim Universiti Putra Malaysia yang beranggotakan dua orang mahasiswa program doktor dan empat orang mahasiswa program master. Adapun posisi ketiga ditempati oleh tim Universitas Brawijaya (Unibraw) yang beranggotakan tiga orang mahasiswa S1.

Untuk kategori tim domestik, pemenangnya adalah Washington State University & University of Idaho. Tempat kedua direbut oleh Virginia Polytechnic Institute and State University dan posisi ketika oleh University of Massachusetts.

Pada tahun-tahun sebelumnya, tim-tim dari IPB dan Unibraw juga berhasil meraih penghargaan tertinggi pada ajang yang sama. Tahun lalu Unibraw menjadi juara kategori internasional berkat produk "Iron-Rich Instant Noodle". Pada 2010, dua tim dari IPB menyabet juara dan tempat kedua berkat produk "Crantz Flakes" dan "Zuper".

Saturday, June 30, 2012

Ayah Tuna Netra, Anak Ditolak Masuk SD


Seorang anak yang memiliki ayah penyandang tuna netra di Kota Malang, Jawa timur, ditolak masuk Sekolah Dasar Negeri. Hal ini terjadi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SDN Sawojajar 1, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.


Penolakan tersebut diakui dan dilaporkan kepada LSM Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Malang, oleh orang tua siswa calon siswa, Kifli Ismunandar. Siswa yang ditolak, bernama Keyla Putri (7).


Menurut Kifli yang adalah warga Jalan Kapi Pramuja, Sawojajar, Kabupaten Malang, Jumat (29/6/2012), dirinya mengetahui anaknya gagal masuk di sekolah tersebut, saat pengumuman penerimaan siswa baru Rabu kemarin. "Anak saya menangis karena tidak diterima di sekolah itu tanpa ada alasan yang jelas," aku Kifli, yang penyandang tuna netra.


Berdasarkan cerita Keyla pada Kifli, saat menjalani tes akademik, Keyla sudah berhasil menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan guru penguji selama 15 menit. Setelah itu, guru penguji bertanya soal pekerjaan ayah Keyla). Dengan polos Keyla pun menjawab, kalau bapaknya tidak bekerja, karena menyandang tuna netra. Sementara ibu Keyla, adalah tukang cuci dan setrika baju.


Menurut Keyla, setelah mendengar jawaban tersebut si guru penguji terdiam dan tak melanjutkan pembicaraannya dengan Keyla. "Anak saya langsung kecewa. Apakah karena jawaban tentang pekerjaan itu yang membuatnya anak saya gagal masuk SDN Sawojajar 1, atau karena faktor lain. Ini belum jelas alasan sekolah," kata Kifli.


Kifli, memang bukan warga Kota Malang, namun sekolah yang paling dekat ke rumahnya adalah SDN Sawojajar 1. Banyak pula tetangga Kifli, yang anaknya sekolah di SDN Sawojajar 1. "Karena memang sekolah yang terdekat adalah SDN Sawojajar 1," ujar Kifli.


Setelah mendapatkan pengakuan Keyla, kemarin Kifli langsumg mendatangi sekolah tersebut. Tujuannya, untuk mempertanyakan alasan ditolaknya Keyla menjadi siswa SDN Sawojajar 1. "Saya hanya ingin tahu, apa alasan pihak sekolah menolak anak saya. Apa karena nilainya jelas atau alasan lain," katanya.


Sayangnya, Kifli tidak berhasil menemui kepala sekolah. Juga, tidak ada satu pun perwakilan sekolah yang mau menemuinya. "Saya hanya ditemui salah seorang anggota Komite Sekolah dan dijanjikan untuk dipertemukan dengan pihak sekolah pada Sabtu besok," aku Kifli.


Sementara itu, menurut juru bicara Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Malang, Didit Sholeh, ditemui siang ini, Kifli memang melaporkan kasus yang menimpa anaknya itu ke KMPP Malang. "Kasus yang diadukan oleh Pak Kifli itu, menunjukkan jika ada yang tidak beres dalam PPDB," katanya.


Menurut Didit, pihak sekolah dinilai sudah melakukan pelanggaran hak asasi manusia, karena seorang anak gagal menikmati hak untuk belajar. "Buktinya, ada pertanyaan tentang pekerjaan orang tua. Apalagi orang tua Keyla seorang tuna netra. Kami akan melakukan advokasi masalah kasus ini," tegas Didit. "Pihak Dinas Pendidikan Kota Malang, harus segera turun tangan. Karena pelanggaran itu sudah masalah kemanusiaan. Jelas melanggar HAM," tegasnya lagi.


Secera terpisah, anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Sutiadji menegaskan, yang jelas, sekolah tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap para siswa. Sekolah tidak boleh diskriminatif dengan beralasan tidak menerima calon siswa karena orang tua siswa tidak mampu atau apalagi tuna netra. "Kalau benar ada sekolah melakukan diskriminasi, Dispendik Kota Malang harus tegas, dan memberi sanksi pada pihak sekolah bersangkutan," katanya.


Sutiaji juga berjanji, pihaknya akan segera melayangkan surat teguran kepada Dinas Pendidikan Kota Malang, atas kasus tetsebut. "Dinas Pendidikan harus bertindak tegas atas pelanggaran itu," katanya.


Sementara, Kepala Sekolah SDN Sawojajar 1, Bettin Juniaria Herina Sutrisnawati, saat dihubungi melalui telepon membantah tuduhan Kifli tersebut. "Semua pengakuan Kifli, tidak benar. Jelas pengakuan itu tidak benar. Kalau ngotot ingin masuk, silahkan temui saya," kata Bettin.


Menurutnya, tidak ada kriteria orang tua, dan tidak ada sesi wawancara kepada calon siswa. "Kita juga masih menanti daftar ulang. Kalau ada yang mengundurkan diri, bisa diisi calon lain. Ada 10 orang sistem cadangan," kata Bettin.


Adapun kriteria untuk siswa bisa masuk SDN Sawojajar 1, kata Bettin, adalah umur batasan 7 sampai 12, dan siswa mampu membaca abjad. " Untuk nilai hasil tes, tidak diumumkan. Karena internal sekolah. Yang jelas dalam tes itu, tak ada pertanyaan atau wawancara soal kondisi orang tua. Tidak benar kalau dikatakan sekolah tanya kondisi orang tua," ujar Bettin lagi.

Sunday, June 24, 2012

Jurusan Sastra Indonesia di Polandia


Dua pekan lalu Tribun mengunjungi Kota Krakov dan Poznan. Dua kota ini terkenal sebagai kota pelajarnya Polandia. Saat berada di dua kota yang jaraknya berjauhan itu, Tribun banyak menemukan para pelajar terutama mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi.

Ada yang menarik dari pengamatan selama berada di dua kota tersebut terutama ketika di Poznan. Di Poznan ternyata ada sebuah perguruan tinggi yang membuka jurusan Sastra Bahasa Indonesia. Tribun mengetahui ini setelah berbincang dengan salah seorang mahasiswi bernama Malta.

Penasaran akan keberadaannya akhirnya kami memutuskan mencari perguruan tinggi tersebut. Sayangnya sesampai di lokasi ternyata kegiatan belajar mengajar sedang libur, dan pengelolanya sedang liburan juga di Belanda.

Tidak putus asa dengan penelusuran tersebut, saat kembali ke Warsawa, Tribun akhirnya menanyakan keberadaan Perguruan Tinggi itu ke beberapa staf lokal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Polandia. Benar saja, ternyata di Poznan memang ada dibuka jurusan Sastra Indonesia.

Dari keterangan staff KBRI, animo pelajar Polandia untuk menimba ilmu di Indonesia terbilang tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya pelajar yang tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia.

Bahkan saat KBRI membuka pendaftaran beasiswa untuk program pertukaran pelajar ke Indonesia pesertanya sempat membludak. Biasanya program ini tidak melalui tes tapi setelah dilihat jumlahnya banyak, maka tes pun dilakukan.

Ada sekitar 40-an pelajar yang saat ini akan jadi calon pelajar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kebalikannya, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Polandia ternyata masih minim.

Selama berada di Polandia Tribun menemui tidak lebih dari 10 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Negeri Lech Walesa ini.

Laporan Wartawan Tribun, Husein Sanusi dari Polandia

60 Miliar Rupiah Untuk Beasiswa 1000 Mahasiswa Baru


Tahun ini, seribu mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor (IPB) akan mengikuti kuliah gratis hingga lulus. Mereka merupakan peserta program Bidik Misi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Direktur Kemahasiswaan IPB Rimbawan berujar, 876 di antara mahasiswa Bidik Misi IPB adalah peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Undangan. "Sisa 124-nya akan kami saring dari SNMPTN jalur Ujian Tulis dan Ujian Talenta Masuk IPB," ujar Rimbawan, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Okezone, Sabtu (16/6/2012).

Selain Bidik Misi, IPB juga menyiapkan kuota 127 beasiswa lain untuk mahasiswa baru yang kurang mampu. Rimbawan menjamin, kesempatan mahasiswa baru IPB mendapatkan beasiswa selain Bidik Misi terbuka luas melalui berbagai beasiswa yang disediakan alumni, pengusaha, dan perusahaan swasta. Mahasiswa, kata Rimbawan, dipersilakan mengajukan lamaran beasiswa kepada Direktorat Kemahasiswaan IPB.

"Tahun lalu, IPB menggelontorkan beasiswa hingga Rp60 miliar dari berbagai donatur," imbuhnya.

Monday, April 16, 2012

Dua Siswi RI Juara Olimpiade Matematika di Cambridge

Cambridge Dua siswi dari Indonesia, Christa Lorenzia Soesanto dan Natasha Sutedja, berhasil mencetak prestasi membanggakan pada European Girls Mathematical Olympiad (EGMO) 2012 di Murray Edwards College, Inggris (10-16/4/2012).

Christa (15 tahun) meraih Medali Perak dengan total skor 30, sedangkan Natasha (15 tahun) menyabet Medali Perunggu dengan skor 15. Kedua belia berbakat ini ikut berkompetisi ke EGMO di bawah pimpinan Anton Wardaja.

Olimpiade matematika khusus anak perempuan yang diselenggarakan oleh Cambridge University dan baru pertama kali digelar di Inggris ini memperebutkan 7 Medali Emas (skor ? 35), 14 Medali Perak (skor ? 26), 21 Medali Perunggu (skor ? 14), dan 8 Gelar Kehormatan, dengan total 70 peserta dari 19 negara.

Kegiatan ini diadakan setelah jumlah peserta laki-laki jauh melampaui peserta perempuan pada Olimpiade Internasional Matematika di Amsterdam tahun lalu dengan perbandingan 11:1 dan tujuannya untuk memberi lebih banyak anak perempuan kesempatan tampil di panggung internasional.

"Melalui pencarian bakat dan penyiapan kami berharap dapat meningkatkan partisipasi anak-anak perempuan dalam kompetisi matematika," jelas EGMO dalam situswebnya seperti dipantau detikcom, Minggu atau Senin (16/4/2012) pagi WIB.

Selengkapnya, ketujuh Medali Emas direbut Pavlena Nenova (Bulgaria), Giada Franz (Italia), Barbara Mroczek (Polandia), Simona Diaconu (Rumania), Berfin Simsek (Turki), dan Danielle Wang dan Victoria Xia (AS).

Medali Perak: selain diraih Christa Lorenzia Soesanto (Indonesia), selebihnya Kalina Petrova (Bulgaria), Alice Cortinovis (Italia), Sena Nur Arbag (Turki), Kalina Petrova (Bulgaria), Agata Latacz, Anna Olech, Anna Siennicka (Polandia), Andreea Magalie, Stefana-Lucia Anita, Ioana-Maria Tamas (Rumania), Yaroslava Serdyuk, Mariia Pavliuk, Yuliya Kravchenko, Olena Kharytonova (Ukraina).

Medali Perunggu: Natasha Sutedja (Indonesia), Jiali Yan (Finlandia), Melinda Flora Kiss, Emese Anna Toth, Eszter Kiss (Hungaria), Federica Cecchetto, Angela Veronese (Italia), Christina Meyer (Luksemburg), Agnese Kerubina (Latvia), Michelle Sweering (Belanda), Abrar Alshaikh (Saudi Arabia), Nevena Nikolic, Jelena Trisovic, Marijana Vujadinovic (Serbia), Laura Gremion, Viviane Kehl (Swis), Gulsah Onur (Turki), Natalie Behague, Katya Richards (Inggris), Sarah Herrmann, Julia Huang (AS).

Honourable Mention (Gelar Kehormatan): Sophie Peng (Belgia), Ksenia Tsocheva (Bulgaria), Neea Palojarvi (Finlandia), Yunwoo Lee (Irlandia), Line Hoeltgen (Luksemburg), Loes Bazuin, Marieke van der Wegen (Belanda), Annamaria Piri (Serbia).

Tuesday, March 13, 2012

Pemerintah berencana Menghapuskan SNMPTN Tertulis pada Tahun 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan formulasi baru dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 mendatang. Tahun depan, SNMPTN hanya dilakukan dengan jalur undangan. SNMPTN jalur tulis di hapus.

Kebijakan menetapkan menghapus SNMPTN jalur ujian tulis merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 34 Tahun 2010. Dalam Peraturan Menteri tersebut dinyatakan penerimaan mahasiswa baru di PTN melalui dua skema, yaitu SNMPTN dan/atau jalur mandiri.

Dihubungi di Jakarta kemarin, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso menuturkan, pihaknya memang akan menghapus SNMPTN jalur tulis untuk tahun depan. Dia menerangkan sesuai dengan peraturan meteri, tahun depan seleksi masuk PTN dibagi menjadi dua. Yaitu SNMPTN dengan pagu 60 persen dari total kuota nasional, dan seleksi jalur mandiri dengan pagu 40 persen.

Mantan rektor ITB itu menegaskan, pagu 60 persen untuk SNMPTN tadi dilaksanakan dengan jalur undangan semuanya. "Untuk yang jalur mandiri (40 persen dari kuota, red) kita serahkan ke majelis rektor," ucap Djoko. Nantinya seluruh kampus negeri melalui majelis rektor diberi wewenang untuk mengelola, apakah sebagian dari pagu seleksi mandiri akan dipakai jalur tulis secara nasional atau digabung sekalian dengan jalur undangan.

Djoko mengingatkan, pagu 60 persen untuk SNMPTN itu adalah batas bawah atau minimum. Artinya, jalur SNMPTN ini boleh lebih dari pagu yang ditetapkan itu. Sedangkan pagu 40 persen untuk jalur mandiri itu adalah batas atas.

Ketentuan menghapus SNMPTN jalur ujian tulis menurut Djoko menjadi bagian dari skema menjadikan nilai ujian nasional (unas) sebagai ketentuan penerimaan mahasiswa baru. "Kita mendukung integrasi nilai unas untuk acuan menerima mahasiswa baru," kata dia. Seperti diketahui, dalam SNMPTN jalur undangan mahasiswa yang diterima dilihat dari nilai unas dan rapor semester III, IV, dan V.

Djoko lantas menjelaskan, skema SNMPTN 2013 yang seluruhnya untuk jalur undangan harus benar-benar diperhatikan pihak sekolah. Sebagai perbandingan, Djoko mengatakan dalam SNMPTN tahun ini pagu mahasiswa baru yang diterima melalui jalur undangan hanya 35 persen, sisanya untuk SNMPTN jalur ujian tulis.

Menurut Djoko, ada konsekwensi tinggi pada sistem baru SNMPTN 2013 nanti. Yaitu, pihak sekolah dilarang main-main untuk mengatrol nilai siswa. Sebab, resiko untuk sekolah yang terbukti mengatrol nilai rapor siswa dilarang ikut SNMPTN jalur undangan selama tiga tahun berturut-turut.

Dampak dari aturan ini, siswa lulusan sekolah yang di-blacklist panitia SNMPTN karena curang hanya bisa masuk PTN melalui jalur mandiri. Akibatnya, seperti diketahui biaya kuliah untuk jalur mandiri ini biasanya lebih mahal dibandingkan jalur SNMPTN. "Perubahan sistem ini adalah bentuk meningkatnya kepercayaan kami. Mohon jangan dirusak," kata dia.

Monday, September 19, 2011

UI, UGM, dan ITB Masuk 100 Besar Perguruan Tinggi Terbaik di ASIA


Daftar 100 Universitas terbaik Asia berdasarkan hasil analisis statistik dari QS Quacquarelli Symonds.
Rank
Universitas/Institut
Negara
1
University of HONG KONG
Hong Kong
2
The CHINESE University of Hong Kong
Hong Kong
3
University of TOKYO
Japan
4
HONG KONG University of Science and Tech…
Hong Kong
5
KYOTO University
Japan
6
OSAKA University
Japan
7
KAIST – Korea Advanced Institute of Scie…
Korea, South
8
SEOUL National University
Korea, South
9
TOKYO Institute of Technology
Japan
10=
National University of Singapore (NUS)
Singapore
10=
PEKING University
China
12
NAGOYA University
Japan
13
TOHOKU University
Japan
14
Nanyang Technological University (NTU)
Singapore
15=
KYUSHU University
Japan
15=
TSINGHUA University
China
17
Pohang University of Science and Technol...
Korea, South
18
CITY University of Hong Kong
Hong Kong
19
University of TSUKUBA
Japan
20=
HOKKAIDO University
Japan
20=
KEIO University
Japan
22
National TAIWAN University
Taiwan
23
KOBE University
Japan
24
University of Science and Technology of …
China
25
YONSEI University
Korea, South
26
FUDAN University
China
27
NANJING University
China
28
HIROSHIMA University
Japan
29
SHANGHAI JIAO TONG University
China
30=
Indian Institute of Technology Bombay (I…
India
30=
MAHIDOL University
Thailand
32
ZHEJIANG University
China
33
KOREA University
Korea, South
34
Indian Institute of Technology Kanpur (I…
India
35
CHULALONGKORN University
Thailand
36
Indian Institute of Technology Delhi (II…
India
37
WASEDA University
Japan
38
The HONG KONG Polytechnic University
Hong Kong
39
Universiti Malaya (UM)
Malaysia
40
National TSING HUA University
Taiwan
41
CHIBA University
Japan
42
EWHA WOMANS University
Korea, South
43
National CHENG KUNG University
Taiwan
44
SUNGKYUNKWAN University
Korea, South
45
NAGASAKI University
Japan
46
HANYANG University
Korea, South
47
National YANG MING University
Taiwan
48
TOKYO Metropolitan University
Japan
49
Indian Institute of Technology Madras (I…
India
50
Universitas INDONESIA
Indonesia
51
Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)
Malaysia
52
SHOWA University
Japan
53
KUMAMOTO University
Japan
54
YOKOHAMA NATIONAL University
Japan
55
YOKOHAMA CITY University
Japan
56
OKAYAMA University
Japan
57
KYUNG HEE University
Korea, South
58
PUSAN National University
Korea, South
59
GIFU University
Japan
60
University of DELHI
India
61
SOGANG University
Korea, South
62
KANAZAWA University
Japan
63=
Indian Institute of Technology Roorkee (…
India
63=
OSAKA CITY University
Japan
63=
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
63=
University of the PHILIPPINES
Philippines
67
TOKYO University of Science (TUS)
Japan
68
GUNMA University
Japan
69
Universiti Sains Malaysia (USM)
Malaysia
70
TIANJIN University
China
71
National SUN YAT-SEN University
Taiwan
72
National TAIWAN University of Science an…
Taiwan
73
Hong Kong BAPTIST University
Hong Kong
74
National CHIAO TUNG University
Taiwan
75
XI’AN JIAOTONG University
China
76
DE LA SALLE University
Philippines
77
National CENTRAL University
Taiwan
78
NIIGATA University
Japan
79
OCHANOMIZU University
Japan
80
BANDUNG Institute of Technology (ITB)
Indonesia
81
CHIANG MAI University
Thailand
82
KYUNGPOOK National University
Korea, South
83
Universiti Teknologi Malaysia (UTM)
Malaysia
84
Ateneo de MANILA University
Philippines
85
THAMMASAT University
Thailand
86
TOKAI University
Japan
87
MIE University
Japan
88
CHONNAM National University
Korea, South
89
KAGOSHIMA University
Japan
90
Universiti Putra Malaysia (UPM)
Malaysia
91
CHANG GUNG University
Taiwan
92
INHA University
Korea, South
93
TOKYO University of Agriculture and Tech…
Japan
94
TONGJI University
China
95
SOUTHEAST University
China
96
HITOTSUBASHI University
Japan
97
CHONBUK National University
Korea, South
98
AJOU University
Korea, South
99
CHUNGNAM National University
Korea, South
100
University of PUNE
India
Sumber : Asian University Rankings
Asia = dalam hal ini hanya mencakup Asia Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tidak termasuk Timur Tengah
.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More