Place your ads here 468x60 px

Sabtu, 17 September 2011

Fakta Tentang Bahasa Indonesia

Sebagai masyarakat Indonesia, apalagi kita adalah salah satu dari generasi muda yang seharusnya melestarikan pemakaian Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kalau bukan kita, siapa lagi? Apa kita tidak malu melihat bule yang Bahasa Indonesianya jauh lebih baik daripada kita yang tinggal di Indonesia jauh lebih lama dibandingkan dengan dia?

Mengapa masih ada orang yang mengatakan kalau Bahasa Indonesia itu sulit?
Menurut hasil survey, kegagalan UN mayoritas terletak dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Bukankah semua bahasa di dunia sulit?
Mengapa kita jauh lebih mengerti grammar Bahasa Inggris daripada grammar Bahasa Indonesia?
Mengapa tidak ada bimbingan belajar yang mengajarkan Bahasa Indonesia, sedangkan bimbingan belajar yang mengajarkan Bahasa Inggris menjamur dimana-mana?

Semua pertanyaan itu patut kita pertanyakan pada diri kita sendiri. Bila dilakukan survey, banyak anak SMA sekarang tidak tahu mengenai sejarah Bahasa Indonesia. Banyak orang yang mengartikan Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dimodifikasikan dengan menambahkan kata-kata serapan dari bahasa lain (Belanda, Arab, Inggris) dan kemudian dibakukan.

Sebenarnya, bahasa Melayu disini diorientasikan kepada bahasa Melayu di Riau. Pada sewaktu Bahasa Indonesia yang disahkan pada tanggal 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda), Ir. Soekarno lebih memilih bahasa Melayu Riau dibandingkan bahasa Jawa yang notabene adalah bahasa mayoritas waktu itu. Lalu setelah itu, dengan tujuan persatuan, Bahasa Indonesia pun dibakukan dan kamus pun diciptakan. Pertama-tama, Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi (mengikuti ejaan Belanda) hingga tahun 1972, ketika Ejaan yang Disempurnakan diciptakan.


Sekarang, telah beredar kabar kalau Bahasa Indonesia adalah bahasa tersulit ke-3 di Asia setelah bahasa Mandarin dan bahasa Jepang dan bahasa tersulit ke-15 di dunia. Ada juga kabar kalau Bahasa Indonesia sudah memenuhi syarat untuk menjadi bahasa internasional. Apa semua kabar ini membuat kita bangga?

Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi pada rapat pleno Kongres IX Bahasa Indonesia: "Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya," katanya. Mengambil contoh Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia".


Lebih dari itu menurut KOMPAS, bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua di Vietnam. Berikut kutipannya: "Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007," kata seorang diplomat Indonesia.


Bahkan menurut Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke-26 di dunia dan tersulit ke-3 di Asia: "Wikipedia Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin," ujar Ivan Lanin, penggiat jumlah bertambahnya jumlah, di Jakarta, Selasa.

Apakah fakta ini cukup membuat kita mau untuk kembali kepada Bahasa Indonesia? Kembali disini tidak diartikan menjadi tidak mempelajari bahasa lain, melainkan kembali untuk mengetahui orientasi Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Dengan bersikap seperti ini, kita sudah dapat mendukung Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. 

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More